Sebelum Kita membahas tentang Apakah Boleh Menggunakan Hewan Betina Untuk Aqiqah?, alangkah baiknya Kita mempelajari dan membaca kembali tentang dasar aqiqah.

Aqiqah merupakan ibadah yang dilakukan oleh orang tua setelah anaknya terlahir kedunia. Dalam islam, anjuran ibadah aqiqah termuat dalam hadits dari Rasulullah yang kemudian diriwayatkan oleh para perawinya. Terdapat beberapa perbedaan pendapatulama terkait tentang ibadah aqiqah ini. Namun demikian, para ulama sepakat bahwa dalam pelaksanaan ibadah aqiqah ini terdapat nilai-nilai pendidikan didalamnya. Tulisan ini mengupas sedikit tentang penjelasan yang berkaitan dengan ibadah aqiqah.

Apa Itu Aqiqah?

Aqiqah atau sering juga disebut akikah atau akekah berasal dari Bahasa Arab. Secara etimologis, aqiqah berarti rambut yang ada di kepala bayi yang baru lahir. Orang-orang Arab lantas menamakan aktivitas penyembelihan hewan ketika melakukan pengguntingan rambut si bayi itu dengan aqiqah, sesuai dengan kebiasaan mereka menamakan sesuatu dengan hal yang menjadi penyebabnya atau yang berkaitan langsung dengannya.

Sementara  itu, aqiqah menurut istilah adalah penyembelihan hewan yang dilakukan karena kelahiran anak dan (utamanya) dilakukan pada hari ketujuh kelahiran.

Apa Hukum Aqiqah?

Menurut Pendapat Mayoritas Ulama

Menurut jumhur ulama (selain Hanafiyah), disunnahkan bagi seorang ayah mengaqiqahkan anaknya yang baru lahir dari harta yang ia miliki. Akan tetapi, hukum aqiqah ini tidak wajib. Landasannya adalah tindakan Rasulullah saw, seperti yang disebutkan dalam riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa baik ketika Hasan maupun Husein lahir, Rasulullah SAW. menyembelih hewan aqiqah.

Pendapat Ulama Lainnya

Walaupun menurut pendapat mayoritas ulama mengatakan bahwa aqiqah adalah sunnah, akan tetapi menurut madzhab Hanafi, aqiqah hukumnya mubah dan tidak sampai mustahab (dianjurkan). Hal itu dikarenakan pensyariatan kurban telah menghapus seluruh syariat sebelumnya yang berupa penumpahan darah hewan seperti aqiqah, rajabiyah, dan ‘atirah. Dengan demikian, siapa yang mau mengerjakan ketiga hal ini tetap dipersilakan, sebagaimana juga dibolehkan tidak mengerjakannya. Penghapusan seluruh hal ini berlandaskan pada ucapan Sayyidah Aisyah,”Syariat kurban telah menghapus seluruh syariat berkenaan dengan penyembelihan hewan yang dilakukan sebelumnya.”

Kapan Sebaiknya Aqiqah Dilaksanakan?

Hewan aqiqah hendaklah disembelih pada hari ketujuh kelahiran bayi; dihitung mulai saat kelahiran. Jika si bayi lahir pada malam hari, maka tujuh hari tadi dihitung mulai dari keesokan harinya. Sementara itu, menurut madzhab Maliki, jika si bayi Iahir sebelum fajar atau bersamaan dengan terbitnya fajar, maka hari tersebut dihitung sebagai hari pertama.

“Setiap anak terkait dengan aqiqohnya. Hendaklah penyembelihan itu dilokukan pada hari ketujuh kelahirannya. Pada hari itu jugo ia diberi nama dan rambutnya dicukur.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan para penyusun kitab sunan yang empat dari Samurah r.a.. Adapun at-Tirmidzi menyatakan bahwa kualitas hadits ini shahih (Nailul Authaar).

Adapun jika ia lahir sesudah fajar; maka hari tersebut tidak dihitung sebagai hari pertama. Akan tetapi, menurut versi lain dalam madzhab Maliki, baru dihitung sebagai hari pertama jika si bayi lahir sebelum matahari tergelincir; sementara jika setelah tergelincirnya matahari, maka tidak dihitung. Adapun waktu penyembelihan, maka disunnahkan di antara waktu dhuha hingga tergelincirnya matahari, dan tidak disunnahkan dilakukan pada malam hari.

Sementara itu, madzhab Syafi’i dan Hambali menegaskan bahwa jika aqiqah dilakukan sebelum atau sesudah hari ketujuh, maka tetap dibolehkan. Selanjutnya, dalam madzhab Hambali dan Maliki disebutkan bahwa tidak dibolehkan melakukan aqiqah selain ayah si bayi, sebagaimana tidak dibolehkan bagi seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri ketika sudah besar. Alasannya, aqiqah disyariatkan bagi sang ayah, sehingga tidak boleh bagi orang lain melakukannya. Akan tetapi, sekelompok ulama madzhab Hambali mengemukakan pendapat yang membolehkan seseorang mengaqiqahkan dirinya sendiri. Selain itu, aqiqah juga tidak khusus pada waktu si anak masih kecil saja, tetapi sang ayah boleh saja mengaqiqahkan anaknya sekalipun telah baligh. Sebab, tidak ada batasan waktu untuk melakukan aqiqah.

Apa Saja Jenis Hewan Yang Bisa Digunakan Untuk Aqiqah?

Umumnya di Indonesia menggunakan domba atau kambing. Tetapi membolehkan untuk beraqiqah menggunakan sapi atau unta dengan ketentuan sebagaimana yang berlaku pada hewan qurban.

Apa Saja Persyaratan Hewan Aqiqah?

Fisik Hewan Aqiqah harus : Sehat, tidak cacat (tidak buta atau pincang), gemuk, tidak kurus yang mengakibatkan dagingnya sangat sedikit.

Sedangkan kalau ditinjau dari usianya, hewan aqiqah berupa kambing yang ideal minimal berumur 2 (dua) tahun sempurna dan domba minimal berumur 1 (satu) tahun sempurna. Tetapi jika sulit mendapatkan yang ideal, maka boleh menggunakan kambing yang berumur 12 (dua belas) bulan sempurna memasuki bulan ke-13 (tiga belas) atau domba berumur 6 (enam) bulan sempurna memasuki bulan ke-7 (tujuh).

Syarat Kepemilikannya : Hewan yang boleh digunakan untuk beraqiqah adalah hewan yang didapatkan dengan cara yang halal, bukan hasil curian atau ghoshob.

Apa Perbedaan Kambing dan Domba?

Table

Berapa Banyak Jumlah Hewan Aqiqah?

Aqiqah Perempuan 1 Ekor & Aqiqah Laki-Laki 2 Ekor

Menurut madzhab Syafi’i dan Hambali, jika yang lahir adalah anak laki-laki, maka disembelih dua ekor domba, sementara jika anak perempuan satu ekor. Hal itu didasarkan pada riwayat yang disampaikan Aisyah, “Untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba yang sama kualitasnya, sementara untuk anak perempuan satu ekor.” HR Ahmad dan at-Tirmidzi yang memandang kualitasnya shahih.

Demikian juga, dalam hadits riwayat Ahmad dan lbnu Majah disebutkan redaksi sebagai berikut, “Rasulullah menyuruh kami untuk mengaqiqahi anak perempuan dengan satu ekor domba, sementara untuk anak laki-laki dua ekor. Hadits dengan makna yang sama iuga diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tirmidzi yang memandang kualitasnya shahih dari Ummu Kuraz al-Ka’biyah.” (Nailul Authaar, iilid 5, hlm. 132)

Sementara itu, menurut madzhab Maliki, jumlah hewan aqiqah itu adalah satu ekor, baik yang lahir adalah anak laki-laki atau perempuan. Hal itu didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW menyembelih satu ekor domba jantan ketika Hasan dan Husein lahir.

Menggunakan Hewan Betina Untuk Aqiqah, Apakah Boleh?

Pendapat Jumhur Ulama menyatakan boleh menggunakan hewan betina untuk aqiqah, begitu juga hewan jantan, hal ini berdasarkan hadits :
“Aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing dan untuk perempuan satu ekor kambing. Tidak ada masalah hewan aqiqah itu jantan atau betina.” (HR. Imam Ahmad dan Imam An-Nasa’i)

Sedangkan berdasarkan budaya sebagian masyarakat di sebagian daerah, khususnya wilayah Jawa Barat dan Banten Selatan banyak yang {berpegang teguh|berpendapat} bahwa hewan aqiqah dan qurban harus berjenis jantan dan bertanduk besar. Hal itu didasarkan pada hadits dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW menyembelih satu ekor domba jantan ketika Hasan dan Husein lahir.

Apakah beraqiqah harus menggunakan hewan jantan yang bertanduk besar?

Tidak harus, yang terpenting berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hewan aqiqah yang terbaik dan memenuhi syarat. Jangan hanya sekedar mencari yang murah saja. Dan yang sering terlewat adalah syarat usia hewan aqiqah, banyak yang tidak mengutakan hal ini, dan lebih mengutamakan tentang harga.

Bagaimana Cara Menghitung Jumlah Porsi Olahan Hewan Aqiqah?

Table

Apa Saja Menu Olahan Hewan Aqiqah?

Olahan hewan aqiqah tentunya menyesuaikan selera orang-orang yang akan menerimanya.

Bagian Daging

Biasanya, bagian daging dijadikan sate. Namun saat ini banyak konsumen dan juga penyedia layanan aqiqah yang mengganti menu sate dengan menu lainnya, seperti : semur, rendang, teriyaki, lada hitam atau menu lainnya. Selain karena pengerjaannya lebih cepat, juga karena menu sate sudah sangat mainstream sehingga ingin mencoba menu lainnya.

Selain Daging (Tulang, Jeroan, Kepala & Kaki)

Sedangkan menu paling umum untuk bagian tulang, jeroan, kepala & kaki adalah gulai. Namun bisa juga dijadikan sop atau tongseng.

Siapakah Yang Berhak Atas Kulit Hewan Aqiqah?

Disebutkan bahwa Imam Ahmad -dalam sebuah riwayat dari beliau- berpendapat tentang bolehnya menjual kulit dan kepala hewan aqiqah lantas menyedekahkan uang yang diperoleh. Selanjutnya, dianjurkan memberi bagian dari daging aqiqah itu kepada orang yang membantu kelahiran (bidan/dukun beranak).

Apakah Bisa Dan Boleh Memesan Hewan Aqiqah Melalui Online? Seperti Apa Akad Jual-Belinya?

Bisa dan boleh. Tidak ada larangan atau problem dalam penggunaan layanan online tanpa bertatap muka secara langsung. Akad jual-beli yang digunakan adalah akad ba’i salm, yakni memesan sebuah layanan / produk sesuai spesifikasi yang diinginkan konsumen dan disanggupi oleh penjual dengan waktu dan tempat penyerahan yang sudah ditentukan serta pembayaran dilakukan full di awal.

Apa Yang Harus Diperhatikan Ketika Akan Menggunakan Layanan Aqiqah?

Trust

Untuk meminimalisir resiko, sebaiknya cari tahu legalitas & kredibilitas penyedia jasa aqiqah terlebih dahulu. Biasanya para pengusaha aqiqah tergabung dalam keanggotaan di asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (ASPAQIN), seperti akekah.com yang terdaftar dengan nomor registrasi : 02-19-0057.
Dan ada juga yang legalitas usahanya lengkap, mulai dari badan hukum, SIUP, TDP, HACCP, Halal MUI atau lainnya. Tetapi banyak penyedia jasa layanan aqiqah yang sudah sangat berpengalaman dan kredibel tetapi belum memiliki legalitas usaha lengkap karena masih perusahaan secala rumahan / mikro. Jadi ini bukanlah patokan utama.

Ada Kantor / Dapur / Kandang

Tentunya, layanan aqiqah pasti memiliki lokasi usaha fisik yang bisa dikunjungi. Tetapi terkadang lokasi kantor layanan, dapur dan kandangnya tidak berada di satu lokasi atau tidak berdekatan. Dikarenakan fungsi dan posisinya berbeda-beda. Kantor biasanya berada di lokasi strategis, seperti ruko atau bangunan yang mudah dijangkau dan dilihat banyak orang. Lokasi dapur tidak harus berada di tempat yang mudah dilihat orang yang berlalu-lalang, bisa di sekitar tempat yang ramai atau bisa juga agak jauh dari keramaian. Sedangkan lokasi kandang harus ada jarak dari pemukiman penduduk agar limbahnya tidak mengganggu kenyaman warga sekitar.

Daftar Harga Aqiqah Terbaru

Kambing Aqiqah Plus Masak

Nasi Boks

Paket Kambing Aqiqah Plus Nasi Boks

Dimanakah Lokasi Penyedia Layanan Aqiqah Di daerah …………. ?

Detail info dapur dan kantor layanan aqiqah terdekat, silakan klik link https://akekah.com/bio atau langsung menghubungi nomor 0815 1313 5999

menggunakan hewan betina untuk aqiqah

Bagaimana Cara Memesan Hewan Aqiqah Di Daerah …………. ?

Untuk pemesanan layanan aqiqah, silakan klik link https://akekah.com/bio atau langsung menghubungi nomor 0815 1313 5999

Bagi keluarga yang akan {melaksakan aqiqah|beraqiqah}, dianjurkan untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan aqiqahnya. Tetapi jika tidak memungkinkan, maka team akekah.com akan mengirimkan dokumentasinya.

Kesimpulan & Penutup

Itulah artikel tentang menggunakan hewan betina untuk aqiqah, semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan Kita semua. Dan seluruh keluarga besar akekah.com siap mensupport acara aqiqah keluarga Ayah & Bunda dimanapun dan kapanpun. Jangan sungkan untuk menghubungi nomor team akekah.com, baik itu untuk silaturrahim, menanyakan lokasi dapur penyedia layanan aqiqah terdekat, order layanan aqiqah, berdiskusi, sharing atau konsultasi tentang aqiqah dan qurban.

Terimakasih sudah berkenan membaca sampai selesai. SIlakan share info ini semoga semakin banyak yang mendapat manfaat dari artikel tentang :

Menggunakan Hewan Betina Untuk Aqiqah, Boleh atau Tidak?  

Hubungi Admin